MALUKU BARAT DAYA – Sebuah speedboat yang membawa 10 orang penumpang dilaporkan tenggelam di perairan sekitar Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Provinsi Maluku.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, speedboat tersebut tenggelam setelah diterjang gelombang tinggi saat berlayar pada hari Kamis (11/6/2026).

Hingga Jumat (12/6/2026), satu penumpang speedboat tersebut berhasil ditemukan namun sudah dalam.kondisi meninggal dunia.

Dua orang berhasil selamat, sementara tujuh lainnya dilaporkan hilang dan kini masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Kepala BPBD Kabupaten Maluku Barat Daya, Jemy Lico, mengatakan bahwa speedboat tersebut berlayar dari Pulau Dai menuju Tepa, kemudian dihantam gelombang tinggi lalu tenggelam.

“Dari total 10 penumpang, dua orang berhasil menyelamatkan diri dengan cara berenang ke daratan. Satu orang ditemukan meninggal dunia, sedangkan tujuh lainnya masih dalam proses pencarian,” ungkap Jemy, Jumat.

Korban yang ditemukan meninggal dunia, kata dia, diketahui bernama Asael Daniel (72). Sementara dua penumpang yang berhasil selamat masing masing bernama Yakop Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42).

Menurut Jemy, kedua korban selamat berhasil mencapai tepian pantai setelah berjuang berenang pascakecelakaan terjadi.

Tim SAR gabungan bersama unsur pemerintah daerah dan masyarakat setempat terus melakukan upaya pencarian terhadap tujuh penumpang yang belum ditemukan.

Sejumlah armada laut, termasuk speedboat dan longboat milik warga, dikerahkan untuk menyisir area perairan di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Lebih jauh, Jemy menjelaskan bahwa operasi pencarian sempat mengalami kendala karena kapal yang digunakan kehabisan bahan bakar saat melakukan penyisiran pada malam hari.

Namun, lanjut dia, setelah mengisi ulang BBM di Pelabuhan Tepa, pencarian kembali dilanjutkan.

“Tim terus bekerja melakukan pencarian. Setelah kapal mengisi bahan bakar, operasi kembali dilanjutkan untuk menyisir wilayah perairan sekitar lokasi kejadian,” ujarnya.

Adapun tujuh penumpang yang hingga kini masih dinyatakan hilang masing masing bernama, Yomima Waliana (36), Regina Unwakolu (33), Enderfina Isran (62)  Wulan Kelmury (35), Yoksan Unawekla (9), Marcelo Unawekla (4), dan Anton Menahem (40).

Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut di wilayah Maluku Barat Daya, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu dan berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran antarpulau.

Operasi pencarian terhadap para korban yang hilang masih terus berlangsung.  (***)