Parepare – Manajemen PT Persaudaraan Sepakbola Makassar (PT PSM) dikabarkan masih memiliki tunggakan pembayaran retribusi penggunaan stadion kepada Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).
Tunggakan tersebut mencakup pelaksanaan 5 (lima) pertandingan yang telah digelar oleh tim berjuluk Juku Eja tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Parepare, Iskandar Nusu mengungkapkan bahwa besaran retribusi stadion yang harus dibayarkan oleh pihak PSM bervariasi, tergantung waktu pelaksanaan pertandingan yang digelar.
“Ada 5 pertandingan. Baik, karena kita ketahui untuk pertandingan sore hari itu retribusinya Rp20 juta, kemudian untuk malam Rp25 juta,” ujarnya saat dikonfirmasi. Jumat, 22/5/2026.
Terkait proses penagihan, Disporapar Parepare mengaku telah melakukan komunikasi awal. Namun, untuk langkah selanjutnya, pihak Pemkot Parepare akan menyerahkan urusan administrasi penagihan ini kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Parepare untuk menyurati manajemen PT PSM secara resmi.
“Penagihan secara lisan kami sudah sampaikan di PSM, tapi nanti akan dikoordinir oleh Badan Keuangan Daerah. Badan Keuangan untuk melakukan persuratan secara resmi terkait dengan penagihan, baik pajak maupun retribusi ke pihak PT PSM,” jelasnya.
Meski masih ada tunggakan, pihak Disporapar menyebut manajemen PSM Makassar memiliki iktikad baik untuk melunasi seluruh kewajiban mereka. Berdasarkan koordinasi awal, pihak manajemen berjanji akan merampungkan seluruh pembayaran setelah kompetisi berjalan.
“Kalau dia anunya (kewajibannya) tetap ada, tanggungannya. Sebelum berakhir, maksudnya setelah berakhir kompetisi, menurut PSM dia akan (lunasi) semua,” tambahnya.
Langkah tegas ini diambil Pemkot Parepare mengingat retribusi dan pajak daerah termasuk pajak reklame dan pajak hiburan sebesar 10 persen dari pertandingan merupakan salah satu sumber penting untuk memenuhi target Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Disporapar juga menegaskan bahwa selama ini manajemen PSM terbilang lancar dalam melakukan pembayaran, meski terkadang sistem pembayarannya dilakukan secara berkala atau diakumulasikan.
“Selama ini setiap ada beberapa pertandingan tunggakan tapi akan dibayar. Jadi selalu ada dibayar per satu kali, dua kali. Kemarin ada yang masuk satu, jadi sisa empat (pertandingan), tapi kami masih menunggu ini anunya,” pungkasnya.
Pihak Pemkot Parepare kini tengah menunggu bukti transfer resmi dari manajemen PSM, sebab seluruh proses pembayaran retribusi stadion wajib disetorkan langsung ke rekening Kas Daerah. ***

