Mamasa – Seorang bocah berusia 1 tahun di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), kena tembak dari senapan angin.
Korban yang diketahui berinisial EG, terkena tembakan senapan dari kakaknya sendiri. Menurut keterangan ibu korban, insiden terjadi tanpa unsur kesengajaan.pada hari Minggu (3/5/2026).
Senapan angin yang biasa digunakan berburu, dipegang oleh kakak kandung korban yang mengira tidak berisi peluru. Saat sang kakak menarik pelatuk, peluru melesat keluar dan mengenai dahi korban kemudian tembus ke otak.
Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit lalu dirujuk ke Rumah Sakit Ciputra Hospital (CPI Makassar) dan dijadwalkan menjalani operasi pada pukul 15.00 WITA, sore ini, Senin 4 Mei 2026.
Korban pun mendapat bantuan dari Lembaga Cinta Kasih Makassar (LCKM), karena pemerintah Kabupaten Mamasa disebut tidak hadir membantu korban dalam hal biaya.
“Kami berupaya meringankan beban keluarga, meskipun bantuan yang diberikan terbatas,” ujar Ketua LCKM, Silvia Feronica, kepada Silvia kepada Beritasulsel.com jaringam Beritasatu.com.
Lebih lanjut, Silvia mengatakan bahwa sejak dirujuk ke Makassar, keluarga korban menanggung biaya pengobatan secara umum. Kasus yang dialami korban disebut tidak dapat menggunakan jaminan BPJS Kesehatan, sehingga seluruh pembiayaan dibebankan langsung kepada keluarga.
Situasi ini, kata dia, kembali menyoroti batasan perlindungan dalam skema jaminan kesehatan nasional. Dalam sejumlah ketentuan, tidak semua kasus dapat ditanggung, terutama yang berkaitan dengan unsur tertentu di luar kriteria layanan yang dijamin.
Namun dalam konteks darurat medis, lanjit dia, sejumlah pihak menilai Pemkab Mamasa tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga, terlebih anak-anak, mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa hambatan biaya.
Respons cepat lembaga tersebut kontras dengan belum adanya langkah dari pemerintah daerah. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Mamasa maupun Dinas Sosial terkait penanganan korban.
Ketiadaan respons ini, kata Silvia, memperkuat kritik terhadap lemahnya kehadiran Pemkab Mamasa dalam situasi darurat. Di saat sang bocah kena tembak dan membutuhkan penanganan segera, keluarga justru dihadapkan pada beban biaya tanpa kepastian dukungan.
Operasi yang dijadwalkan sore ini menjadi penentu bagi keselamatan korban. (***)

