Sidrap – Satreskrim Polres Sidrap berhasil mengamankan seorang pria berinisial IL yang diduga terlibat dalam praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar subsidi. Penangkapan dilakukan di kediamannya di Desa Tanete, Kecamatan Maritengngae, Sidrap, pada hari Sabtu (2/5/2026) sekitar pukul 16.15 WITA.
Lokasi penangkapan berada tak jauh dari SPBU Tanete yang selama ini disebut sebut warga sebagai titik pengambilan solar subsidi. Dari tangan terduga pelaku, petugas menyita sejumlah BBM yang diduga akan diedarkan secara ilegal.
Proses penangkapan sempat menarik perhatian warga. Sejumlah personel kepolisian terlihat mendatangi rumah pelaku dan melakukan pengamanan di sekitar lokasi.
“Diamankan sore tadi di rumahnya, dekat SPBU. Banyak polisi datang,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Minggu (3/5/2026).
Di lingkungan setempat, IL disebut bukan sosok baru. Ia diduga telah lama menjalankan praktik pengumpulan solar subsidi dalam jumlah besar. Aktivitas tersebut disinyalir berdampak langsung terhadap kelangkaan BBM di tingkat masyarakat.
Keluhan paling terasa datang dari kalangan petani. Mereka mengaku kesulitan memperoleh solar untuk kebutuhan operasional alat pertanian di tengah pasokan yang semakin terbatas.
Selain itu, muncul dugaan bahwa BBM yang dikumpulkan tidak digunakan di wilayah setempat, melainkan didistribusikan ke luar daerah. Sejumlah sumber menyebut solar tersebut berpotensi dikirim ke kawasan industri, termasuk wilayah Morowali.
Kasat Reskrim Polres Sidrap, Welfrick Ambarita, yang dikonfirmasi oleh sejumlah awak media membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebut bahwa saat ini terduga masih dalam proses pemeriksaan.
“Iya benar, yang bersangkutan sudah diamankan dan sementara dimintai keterangan,” singkat Welfrik.
Tertangkapnya terduga mafia solar subsidi tersebut, Polisi kini didorong untuk mengembangkan kasus itu dan mengungkap beking pelaku.
Karena, dari informasi yang beredar, warga menduga adanya jaringan distribusi ilegal, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum aparat dalam rantai penyaluran BBM subsidi tersebut. ***

