Beritasulsel.com – Fenomena permainan tembak-tembak jelly yang marak dimainkan anak-anak di ruang publik menuai keluhan dari masyarakat. Aktivitas tersebut dinilai membahayakan, terutama ketika dilakukan di jalanan yang ramai dilalui pengguna kendaraan.
Keluhan itu salah satunya disampaikan seorang ibu melalui unggahan di grup Facebook Aku Cinta Parepare. Dalam postingannya, ia menceritakan bahwa suaminya menjadi korban tembakan jelly saat melintas di jalan.
“Untung badannya suamiku dikena, coba anakku, saya turun bawa ke orangtuamu untuk tembak orangtuamu sendiri,” tulisnya. Ahad, 29/3/2026.
Ia pun menegaskan agar permainan tersebut tidak dilakukan di area publik yang dapat mengganggu orang lain. “Kalau mau main silakan di dalam kamar biar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengimbau para orang tua agar lebih bijak dalam menyikapi tren permainan tersebut. Ia meminta agar orang tua tidak sembarangan membelikan mainan tembak-tembak jelly kepada anak-anak. Kalaupun dibelikan, pengawasan tetap harus dilakukan agar tidak dimainkan di jalanan.
Di sisi lain, sebelumnya Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, bersama Kapolres Parepare dan sejumlah pejabat sempat memainkan tembak-tembak jelly. Kegiatan tersebut diunggah melalui media sosial TikTok dan memicu beragam respons dari masyarakat.
Tasming Hamid menjelaskan bahwa aksi tersebut bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar tidak memainkan permainan itu di jalan raya.
“Ini terlaksana atas keinginan bapak yang melihat dan memberikan edukasi untuk tidak main di jalan,” ujarnya.
Namun, sejumlah pihak menilai pesan edukasi tersebut belum sepenuhnya tersampaikan dengan baik. Minimnya penyediaan ruang atau sarana khusus untuk bermain dinilai membuat anak-anak tetap memilih bermain di jalanan. Bahkan, unggahan tersebut dianggap sebagian masyarakat sebagai “sinyal hijau” bahwa permainan itu diperbolehkan.
Warga meminta pemerintah dan aparat kepolisian untuk mengambil langkah tegas guna mencegah potensi bahaya yang ditimbulkan.
Menurut warga, tanpa pengawasan dan penertiban yang jelas, permainan tembak-tembak jelly dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan, termasuk risiko cedera pada bagian tubuh yang sensitif seperti mata.
Masyarakat berharap adanya regulasi yang lebih jelas serta langkah konkret dari pemerintah daerah dan aparat keamanan untuk mengatur penggunaan mainan tersebut, demi menjaga keselamatan bersama di ruang publik. (*)

