Beritasulsel.com – Kegiatan diduga open house di Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Parepare dalam rangka perayaan Idulfitri 1447 Hijriah berlangsung meriah dan dipadati warga dari berbagai kalangan.

Berdasarkan video amatir yang beredar di masyarakat, suasana di lokasi terlihat ramai dan penuh antusiasme. Warga tidak hanya datang untuk bersilaturahmi, tetapi juga tampak berjoget mengikuti alunan musik yang diputar di area rumah jabatan.

Dalam video tersebut, juga terlihat sejumlah warga menerima uang tunai yang dibagikan di tengah kegiatan. Momen itu pun menambah semarak suasana acara.

Namun, pelaksanaan kegiatan ini menuai perhatian publik. Pasalnya, sebelumnya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) telah mengimbau pejabat negara dan pemerintah daerah agar tidak menggelar open house secara berlebihan saat perayaan hari besar keagamaan.

Imbauan tersebut bertujuan untuk menjaga kesederhanaan serta menghindari potensi pemborosan.

Konten kreator sekaligus pemerhati pembangunan Kota Parepare, Rizaldi Ariansyah, menilai kegiatan yang terlihat dalam video tersebut berpotensi menimbulkan persepsi negatif.

“Kalau saya lihat videonya, ini bisa mencederai nama baik wali kota. Perlu dipahami dulu konteks open house itu seperti apa. Open house seharusnya membuka rumah jabatan untuk menerima kunjungan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika kegiatan tersebut bukan bagian dari open house, maka perlu kejelasan mengenai bentuk kegiatan yang dilaksanakan di rumah jabatan tersebut.

“Kalau bukan open house, berarti kegiatan apa? Apalagi jika digunakan untuk kegiatan hura-hura dan saweran, menurut saya kurang pantas dilakukan di rumah jabatan,” tandasnya. (*)