Bulukumba – Dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melayani siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Bulukumba disebut telah ditutup.

Informasi tersebut diungkapkan oleh sejumlah orang tua murid yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Penutupan dapur MBG tersebut diduga merupakan dampak dari polemik menu MBG yang sebelumnya ditemukan dalam kondisi mentah dan menyebabkan sejumlah siswa mengalami mencret atau diare.

Salah seorang guru SMKN 4 Bulukumba yang dikonfirmasi membenarkan bahwa dapur MBG yang selama ini menyuplai makanan ke sekolah mereka sudah tidak lagi beroperasi.

“Sepertinya begitu (dapur MBG tersebut ditutup), karena MBG anak-anak di sekolah sudah tidak ada lagi,” ungkap guru tersebut yang dihubungi Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com, pada hari Selasa (10/2/2026).

Meski demikian, guru tersebut berharap program MBG tidak dihentikan sepenuhnya. Menurutnya, yang dibutuhkan adalah evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan dan kualitas makanan, bukan penghentian program.

“Harapan kami jangan dihentikan. Cukup dievaluasi saja. Kasihan juga para pekerjanya,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba, dr. Amrullah, yang dikonfirmasi pada Rabu (11/2/2026), juga membenarkan hal itu. “Iya betul,” ucap dr. Amrullah.

Hanya saja dr. Amrullah belum menjelaskan secara detail mengapa dapur tersebut ditutup dan sampai kapan.

Sementara itu, Korwil MBG Kabupaten Bulukumba, Wahyu, yang dikonfirmasi mengaku sedang rapat dan belum bisa memberikan penjelasan terkait hal itu.

“Saya segera telpon balik, kami (sedang rapat,” tutur Wahyu melalui pesan singkat via WhatsApp.

Sebelumnya diberitakan, menu MBG di SMKN 4 Bulukumba pada Rabu (28/1/2026) ditemukan dalam kondisi mentah.

Akibatnya, puluhan siswa dilaporkan mengalami diare dan sebagian terpaksa tidak masuk sekolah keesokan harinya.

Selain itu, distribusi MBG pada Jumat (30/1/2026) juga sempat terlambat hingga membuat siswa tertahan di sekolah. ***