Beritasulsel.com – Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Kota Parepare berkomitmen memperkuat tata kelola organisasi, menertibkan administrasi keanggotaan, serta meningkatkan pembinaan atlet melalui penyelenggaraan turnamen domino secara terarah dan profesional.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan pelantikan dan pengukuhan pengurus PORDI Kota Parepare yang berlangsung di Lagota Cafe and Resto, Kota Parepare, Minggu (18/10/2026).

Ketua PORDI Kota Parepare, Husain Muhammad Saud, mengatakan, penataan organisasi menjadi salah satu prioritas kepengurusan baru. Saat ini, kata dia, sedikitnya 42 gardu domino tercatat di Kota Parepare, meskipun masih terdapat sejumlah gardu yang belum melakukan registrasi ulang.

Menurut Husain, tertib administrasi diperlukan agar aktivitas organisasi dan penyelenggaraan turnamen dapat berjalan lebih terstruktur serta memiliki pertanggungjawaban yang jelas.

“Dengan terbentuknya kepengurusan baru ini, mudah-mudahan setiap turnamen yang diadakan teman-teman gardu, baik skala lokal maupun skala besar se-Sulawesi Selatan, sudah bisa kita fasilitasi dan pertanggungjawabkan,” ujar Husain.

Sebagai langkah awal, PORDI Parepare akan memprioritaskan penyelenggaraan turnamen internal antargardu se-Kota Parepare. Ajang tersebut diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi, menguji kesiapan organisasi, sekaligus meningkatkan kualitas permainan dan sportivitas para peserta.

Keberhasilan turnamen tingkat kota itu nantinya akan menjadi salah satu tolak ukur kesiapan PORDI Parepare untuk menyelenggarakan kejuaraan berskala regional, termasuk peluang menjadi tuan rumah seri kejuaraan domino berikutnya.

Husain juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan Pemerintah Kota Parepare dan jajaran pengurus PORDI Sulawesi Selatan. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat segera menjalankan program kerja secara optimal demi pengembangan olahraga domino di Kota Parepare.

Sementara itu, Ketua PORDI Sulawesi Selatan, Dr. Ilham Arief Sirajuddin, menekankan pentingnya penguatan kelembagaan dan penanaman nilai sportivitas dalam setiap kegiatan domino.

Menurutnya, domino memiliki keunikan karena mampu mempertemukan berbagai lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang. Karena itu, penyelenggaraan turnamen tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial.

“Tujuan utama dari setiap turnamen yang kita lakukan adalah membangun silaturahmi. Bukan semata-mata mencari prestasi atau karena menang, tetapi membangun silaturahmi yang erat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan rencana pelaksanaan Seri VII Domino PB di Kota Makassar pada 20–22 November 2026 mendatang. Kegiatan tersebut ditargetkan menghadirkan ribuan peserta sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk terlibat dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Ilham berharap kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota dapat terus menjaga soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme, serta membangun sinergi dengan aparat kepolisian untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Dukungan terhadap pengembangan olahraga domino juga disampaikan Pemerintah Kota Parepare. Dalam sambutan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, yang dibacakan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Parepare, Abdul Waris Muhiddin, pemerintah daerah menyatakan komitmennya mendukung pembinaan atlet dan fasilitasi kegiatan sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.

Abdul Waris menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PORDI Parepare yang baru dilantik. Ia berharap amanah organisasi dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan semangat kebersamaan.

Menurutnya, olahraga domino tidak hanya menjadi sarana rekreasi dan silaturahmi, tetapi juga memiliki potensi sebagai olahraga yang melatih konsentrasi, strategi, kedisiplinan, dan sportivitas.

“Jadikan pelantikan ini sebagai awal kerja nyata untuk memperkuat organisasi, memperluas partisipasi masyarakat, dan melahirkan prestasi yang mengharumkan nama Kota Parepare,” ucapnya.

Waris mengatakan bahwa dengan penguatan organisasi, pembinaan atlet, dan agenda turnamen yang terencana, PORDI Parepare diharapkan mampu mengembangkan olahraga domino secara lebih profesional sekaligus memperluas partisipasi masyarakat.

Ke depan, lanjutnya, sinergi antara PORDI, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan Parepare sebagai salah satu daerah yang berpotensi menjadi pusat kegiatan olahraga domino di Sulawesi Selatan. (*)