Beritasulsel.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare terus mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan kondusif bagi peserta didik. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengedukasi siswa tentang bahaya perundungan (bullying), penyalahgunaan zat adiktif, serta narkoba di lingkungan sekolah.
Pesan edukatif tersebut disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Parepare, Julius Upa, saat memimpin apel pagi di SD Negeri 50 Parepare, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut instruksi Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, yang meminta jajaran pemerintah daerah menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada satuan pendidikan di wilayah Kota Parepare.
Di hadapan ratusan siswa dan tenaga pendidik, Julius menekankan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, serta kebersihan lingkungan sekolah. Menurutnya, sekolah tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk membangun karakter, kedisiplinan, dan kebiasaan hidup sehat.
Ia mengingatkan para siswa agar menghindari tindakan perundungan terhadap teman sebaya, menjauhi penyalahgunaan zat adiktif dan narkoba, serta membiasakan perilaku hidup bersih dalam aktivitas sehari-hari.
“Hindari bullying, penggunaan zat-zat adiktif dan narkoba, serta budayakan hidup bersih,” tegas Julius Upa dalam amanatnya.
Julius menekankan pentingnya keterlibatan seluruh warga sekolah dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman. Sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, serta kesadaran menjaga kebersihan menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan pendidikan yang positif.
Ia pun mengungkapkan bahwa perundungan di lingkungan sekolah menjadi perhatian karena dapat mengganggu kenyamanan belajar dan berdampak terhadap kondisi psikologis siswa. Karena itu, kata dia, pencegahan perlu dilakukan melalui edukasi sejak dini, pembiasaan perilaku positif, serta keterlibatan guru dan pihak sekolah dalam membangun hubungan yang sehat antarpeserta didik.
“Begitu pula dengan bahaya narkoba dan zat adiktif. Pengenalan risiko sejak usia sekolah dasar diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran anak untuk menjaga diri dan tidak mudah terpengaruh perilaku yang membahayakan kesehatan maupun masa depan mereka,” ungkapnya.
Julius berharap, melalui edukasi tersebut, para siswa SDN 50 Parepare dapat lebih fokus mengikuti proses pembelajaran serta tumbuh dalam lingkungan sekolah yang sehat, aman, dan bebas dari kekerasan maupun penyalahgunaan narkoba.
Upaya sosialisasi, lanjutnya, sekaligus menjadi pengingat bahwa penciptaan sekolah yang ramah anak membutuhkan perhatian bersama, baik dari pemerintah, tenaga pendidik, maupun seluruh warga sekolah.
Ia menegaskan bahwa dengan penguatan edukasi dan pembiasaan perilaku positif sejak dini, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang mendukung perkembangan karakter serta masa depan generasi muda di Kota Parepare. (*)


