Beritasulsel.com – Pasokan listrik pada Sistem Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel) menghadapi tantangan menyusul penurunan kemampuan produksi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso, Sulawesi Tengah, hingga lebih dari 60 persen dari kondisi normal.

Penurunan produksi tersebut dipengaruhi terbatasnya ketersediaan air di wilayah tangkapan Danau Poso akibat fenomena El Niño. Kondisi ini mendorong PT PLN (Persero) mempercepat pemulihan sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) untuk menjaga keandalan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Berdasarkan kondisi sistem per 5 November 2026, PLTU Jeneponto dan PLTU Barru telah kembali beroperasi dan mulai berkontribusi memperkuat pasokan listrik Sulbagsel.

Sementara itu, pekerjaan teknis pada PLTU Moramo dan PLTU Palu 3 masih berlangsung. PLN menyebut proses pemulihan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan dan memastikan kesiapan masing-masing unit sebelum kembali dioperasikan.

Penurunan kemampuan pasok PLTA Poso menjadi tantangan tersendiri bagi sistem kelistrikan Sulbagsel. Pasalnya, pembangkit berbasis tenaga air tersebut memiliki peran penting dalam menopang kebutuhan listrik di kawasan tersebut.

Untuk mengantisipasi kondisi itu, PLN melakukan optimalisasi pembangkit lain, termasuk PLTU, sekaligus mengelola sistem kelistrikan secara menyeluruh guna menjaga keseimbangan pasokan dan kebutuhan listrik.

Selain mengoptimalkan pembangkit, PLN juga memantau perkembangan kondisi hidrologi Danau Poso. Perusahaan listrik negara tersebut turut mendukung pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang telah berlangsung sejak 21 Oktober 2026.

Program tersebut dilakukan bersama sejumlah pemangku kepentingan untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah tangkapan air Danau Poso. Dengan demikian, ketersediaan air diharapkan berangsur membaik sehingga kemampuan produksi PLTA Poso dapat kembali meningkat.

PLN mengakui kondisi pasokan listrik saat ini berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat. Perusahaan pun menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan dan memastikan upaya pemulihan terus dilakukan melalui percepatan pekerjaan pembangkit serta optimalisasi sumber daya yang tersedia.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diimbau menggunakan listrik secara bijak dan efisien. PLN berharap dukungan masyarakat agar proses pemulihan pembangkit dan perbaikan kondisi hidrologi Danau Poso dapat berjalan dengan baik.

PLN menargetkan berbagai langkah tersebut dapat membantu memulihkan kondisi sistem kelistrikan Sulbagsel secara bertahap sekaligus meningkatkan keandalan pasokan listrik. (*)