Sinjai – Suasana di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sinjai pada Senin (1/9/2025) sempat memanas. Ratusan mahasiswa berorasi lantang menyuarakan aspirasi, aparat keamanan berjaga ketat, dan situasi kian tegang saat aksi dorong terjadi. Namun di balik itu, ada satu figur yang tetap berdiri tenang, dia adalah Fachriandi Matoa.
Wakil Ketua I DPRD Sinjai sekaligus Ketua DPC Gerindra Sinjai ini memilih jalur sejuk dalam menghadapi dinamika. Baginya, unjuk rasa bukanlqh sebuah ancaman, melainkan bagian dari denyut demokrasi yang harus dihormati. “Saya sangat menghargai adik-adik mahasiswa. Kritik mereka adalah vitamin bagi demokrasi kita. Selama aspirasi disampaikan secara damai, DPRD akan selalu membuka pintu dialog,” ucapnya dengan senyum yang menenangkan.
Sikapnya yang merangkul jga terlihat dari apresiasi yang ia sampaikan kepada jajaran Forkopimda Sinjai. Mulai dari Kapolres Sinjai, Dandim 1424, hingga Kajari dan Ketua PN Sinjai yang ikut turun langsung ke lapangan. Baginya, kebersamaan itu adalah kunci terciptanya situasi yang tetap aman. “Sinjai adalah rumah kita bersama. Terima kasih kepada aparat keamanan dan masyarakat yang menjaga suasana tetap kondusif,” ungkapnya penuh rasa syukur. Di mata banyak orang, Fachriandi bukan sekadar politisi. Ia adalah simbol generasi muda Sinjai yang berusaha memimpin dengan hati, bukan dengan emosi. Caranya meredam ketegangan dengan kata-kata sejuk membuat banyak pihak menaruh hormat.
Kini, wajah Fachriandi Matoa kerap disebut sebut sebagai representasi harapan baru politik Sinjai, pemimpin muda yang siap mendengar, berani tampil di depan, dan mampu mengayomi semua kalangan. (***)
[Beritasulsel.com jaringan Beritasatu.com)
