Sebuah insiden yang di alami oleh salah satu tenaga kerja di perusahaan smelter di Bantaeng, terjadi pada Jumat sore (7/4/2023),

Informasi terkait insiden tersebut diketahui media ini dari sebuah penyampaian teman sekitar 1 jam setelah kejadian yang kemudian dikonfirmasikan ke salah satu Manajemen Huadi Bantaeng Industrial Park (HBIP) dan dia mengatakan bahwa memang benar telah terjadi kecelakaan kerja didalam kawasan PT Huadi Nickel Alloy Indonesia pada Jumat siang sekitar pukul 15:01 Wita.

“Pekerja yang mengalami insiden itu berinisial (A). Salah satu
warga Dusun Kayuloe di Desa Papanloe,” ungkap dia.

“Berdasarkan video yang beredar, terlihat kaki kiri korban putus akibat kejadian kecelakaan kerja itu. Namun untuk kronologi kejadian detailnya, belum bisa kami uraikan. Karena kami masih menunggu laporan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dimana korban bekerja,” kata dia.

Guna memastikan informasi yang diterima ini valid, Beritasulsel.com kunjungi IGD RSUD Anwar Makkatutu dan menanyakan kepada petugas jaga di IGD.

“Memang benar menurut catatan penerimaan pasien di IGD, ada pasien yang diterima di IGD RSUD Anwar Makkatutu pada Jumat sore sekitar pukul 15:35 wita dan pasien tersebut menurut data yang tertulis adalah salah satu pekerja di perusahaan smelter di Pajukukang,” ungkap petugas.

Dia menambahkan bahwa petugas jaga sebelum dia yang menerima pasien tersebut dan pasien tersebut sudah di rujuk ke salah satu rumah sakit di Makassar sebelum kami menggantikan petugas jaga IGD sebelumnya.

Tanpa disengaja, di pelataran depan RSUD Anwar Makkatutu, media ini bertemu dengan Kepala Desa Papanloe, Komaruddin.

Ketika ditanya perihal kecelakaan kerja yang terjadi di perusahaan smelter yang berlokasi di wilayahnya, Komaruddin mengatakan bahwa korban tersebut adalah salah satu dari warganya.

“Korban itu warga saya dan domisili korban itu di Dusun Kayuloe, Desa Papanloe,” kata Komar, sapaan akrab Kades Papanloe.

“Kebetulan saat ini saya bersama Kepala Dusun Kayuloe dan Kepala BPD Desa Papanloe datang ke rumah sakit ini untuk mencari informasi rumah sakit apa di Makassar dimana korban di rujuk,” ungkap Komar.

Berita tentang kecelakaan kerja ini pun diterbitkan oleh salah satu media di Bantaeng.
Di media https://aksaranews.com/, Ketua ESKAB-FSPBI Kabupaten Bantaeng Aldi Naba mengatakan bahwa menyikapi insiden kecelakaan kerja tersebut, mestinya dapat diminimalisir. Karena PT HNAI ini merupakan perusahaan yang besar.

“Mengingat nyawa pekerja terancam dan ini sangat fatal karena sering terjadi. Maka dari itu kami minta kepada pihak terkait agar serius menyelesaikan masalah ini,” kata Aldi Naba yang dikutip dari Aksaranews.com.

Menurut Aldi Naba, dari beberapa rentetan kejadian kecelakaan kerja yang terjadi sebelumnya, pihak perusahaan harus di evaluasi, termasuk pengawas K3.

“Kuat dugaan kami, kecelakaan kerja terjadi dikarenakan kurangnya pengawasan terhadap para karyawan dan tidak memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat melakukan aktifitas. Ini menjadi warning bagi perusahaan tersebut,” tegas Aldi Naba.

Mencari informasi terkait korban memakai Alat Pelindung Diri (APD) saat kejadian, Supervisor K3 Yatai melalui pesan whatsapp kepada media ini mengatakan bahwa korban inisial A pada saat kejadian memakai APD lengkap.

Dihubungi terpisah, Manajer HRD PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, A Adrianti Latippa SH mengatakan bahwa pihak PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, memastikan korban kecelakaan kerja inisial A mendapatkan penanganan medis secara maksimal.

“Kita berusaha untuk memberikan penanganan medis secara maksimal dan korban sudah kita bawa ke salah satu rumah sakit di Makassar guna mendapatkan penanganan medis yang maksimal,” kata Karaeng Rita, sapaan akrab Manajer HRD PT HNAI.

Karaeng Rita mengatakan, adalah tugas perusahaan untuk bertanggung jawab memberikan pelayanan medis yang terbaik bagi korban.
“Selain memastikan pelayanan medis semaksimal mungkin, pihak perusahaan juga akan bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.

“Saya pribadi sangat prihatin dengan terjadinya musibah ini,” ucap Karaeng Rita.

“Kami akan berusaha berbuat yang terbaik untuk korban,” ungkapnya.

Karaeng Rita juga mengatakan, bahwa saat kejadian, korban juga mendapatkan pertolongan pertama secara maksimal oleh pihak perusahaan.

Manajer HRD PT HNAI menambahkan, kejadian ini adalah murni kecelakaan kerja. Pihaknya tidak ingin menyalahkan siapapun terkait dengan kejadian ini.
“Saya memastikan, keselamatan dan keamanan kerja untuk semua tenaga kerja di PT HNAI adalah hal yang utama,” kata Karaeng Rita.

“Kita tidak pernah berharap dan tentu saja tidak menginginkan hal seperti ini terjadi,” jelas Karaeng Rita.

“Saat kejadian hingga saat ini, pihak PT HNAI juga tetap membangun komunikasi dengan keluarga korban. Sejauh ini, keluarga korban juga ikut mendampingi penanganan medis terhadap korban,” kata Karaeng Rita.