SINJAI – Bupati Sinjai, Ratnawati Arif, mengajak masyarakat untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi Mattompang Pusaka sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai sejarah dan filosofi tinggi.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ratnawati saat menghadiri prosesi Mattompang Pusaka yang berlangsung di kawasan bersejarah Benteng Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Ratnawati, ritual Mattompang Pusaka tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan membersihkan benda-benda pusaka peninggalan leluhur, tetapi juga menjadi simbol pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

“Tradisi ini mengandung pesan penting tentang kehormatan, keberanian, persatuan, dan tanggung jawab yang harus terus dijaga oleh masyarakat,” kata Ratnawati dalam sambutannya.

Kegiatan tersebut digelar atas inisiatif Komunitas dan Pemerhati Pusaka Adat dan Budaya Karpet Kuning Wilayah X Topekkong Sinjai melalui forum budaya Tudang Sipulung.

Sela8n itu. wanita berusia 61 tahun tersebut mengapresiasi peran komunitas yang selama ini aktif menjaga eksistensi budaya lokal di Kabupaten Sinjai.

Ia berharap kegiatan serupa tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi daerah.

Selain sebagai upaya pelestarian budaya, tradisi Mattompang Pusaka dinilai berpotensi dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata budaya yang dapat memperkenalkan kekayaan sejarah Sinjai kepada masyarakat luas.

“Kebersamaan dan semangat gotong royong yang tercermin dalam kegiatan ini harus terus dipertahankan. Ke depan, tradisi budaya seperti ini dapat menjadi aset wisata yang bernilai bagi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komunitas Karpet Kuning Sinjai, Amiruddin Mappinessa, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Sinjai terhadap berbagai kegiatan pelestarian adat dan budaya.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan agenda kebudayaan yang lebih besar pada Agustus mendatang dengan melibatkan sejumlah komunitas dan pemerhati budaya dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.

Prosesi Mattompang Pusaka berlangsung khidmat. Salah satu rangkaian utama kegiatan adalah ritual pencucian bilah pusaka yang dilakukan Ketua DPRD Sinjai, Andi Jusman.

Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur pemerintah daerah, perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, tokoh adat, serta pemerhati budaya dari sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan.

Melalui pelaksanaan tradisi ini, sinergi antara pemerintah, komunitas adat, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya yang menjadi identitas Kabupaten Sinjai. (Andi Irwan/***)