Beritasulsel.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin yang ditempatkan di Kejaksaan Negeri Maros menggelar kegiatan sosialisasi bertema “Melawan Hoaks” di SMA Negeri 3 Maros pada Selasa, 10 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.00 hingga 12.00 WITA tersebut memanfaatkan buku saku sebagai media utama edukasi literasi digital bagi para siswa.

Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya pelajar, mengenai bahaya penyebaran informasi palsu di ruang digital. Materi yang disampaikan mencakup pengertian hoaks, ciri-ciri informasi palsu, contoh kasus hoaks, hingga dampaknya terhadap kehidupan sosial masyarakat. Seluruh materi disusun secara sistematis dan komunikatif dalam bentuk buku saku agar lebih mudah dipahami oleh peserta.

Salah satu pelaksana kegiatan, Andrew George de Ruyter dari Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, menjelaskan bahwa edukasi tersebut diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk lebih kritis terhadap informasi yang beredar di media sosial.

“Kegiatan ini bertujuan meluruskan pemahaman masyarakat mengenai bahaya hoaks serta cara menyikapinya agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi palsu. Penyebaran hoaks saat ini terjadi di berbagai ruang digital dan berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” ujar Andrew.

Selain memberikan pemahaman teoritis, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih aktif dalam mengidentifikasi serta menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Melalui pendekatan edukatif berbasis literasi digital, peserta diajak memahami pentingnya sikap kritis dalam menghadapi arus informasi di era media sosial.

Andrew menambahkan bahwa transparansi informasi dan edukasi publik menjadi langkah penting dalam membentuk pola pikir masyarakat yang lebih objektif dan konstruktif terhadap fenomena hoaks di dunia digital.

Kegiatan ini menyasar kalangan pelajar sebagai pengguna aktif media sosial. Para peserta diharapkan dapat menjadi agen literasi digital di lingkungan sekolah maupun masyarakat dengan lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Mahasiswa KKN Universitas Hasanuddin menilai program tersebut sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan pendekatan akademik, literasi, dan edukasi sosial dalam upaya melawan penyebaran informasi palsu.

Melalui program sosialisasi berbasis buku saku ini, diharapkan terbentuk budaya literasi digital yang lebih kuat di lingkungan sekolah sekaligus memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam berkontribusi secara langsung kepada masyarakat dan institusi penegak hukum. (*)