Beritasulsel.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan kegiatan sosialisasi dan serah terima buku saku berjudul “Privacy Is Not Love: Sextortion Awareness” di SMA Negeri 3 Maros. Jl. PENDIDIKAN NOMOR. 23 MAROS, Kec. Lau, Kab. Maros, Prov. Sulawesi Selatan, Selasa (10/02).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Sekolah, para guru, dan siswa-siswi SMA Negeri 3 Maros. Buku saku tersebut diserahkan secara simbolis oleh mahasiswa KKN, Putri, kepada Kepala Sekolah dan perwakilan siswa untuk dapat dimanfaatkan sebagai materi edukasi literasi digital di sekolah.

Putri menjelaskan, buku saku ini memuat panduan praktis mengenai bahaya sextortion (pemerasan seksual online), pentingnya menjaga privasi digital, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan oleh remaja dalam bermedia sosial. Penyusunan buku didasarkan pada tinjauan regulasi yang berlaku, termasuk UU TPKS dan UU ITE, serta studi literatur dari berbagai sumber terpercaya.

“Dengan buku ini, saya berharap siswa-siswi dapat memahami bahwa menjaga privasi digital bukanlah bentuk ketidakpercayaan, melainkan hak dasar setiap individu di ruang digital. Sextortion adalah kejahatan nyata yang mengintai di balik layar, dan remaja adalah kelompok yang paling rentan,” ujarnya dalam sesi sosialisasi.

Dalam kegiatan tersebut, Putri juga memaparkan materi interaktif tentang modus operandi sextortion, cara mengenali tanda-tanda manipulasi digital, serta langkah-langkah yang harus dilakukan jika menjadi korban. Para siswa antusias mengikuti sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman terkait keamanan bermedia sosial.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi salah satu program kerja individu mahasiswa KKN Unhas yang bertujuan meningkatkan kesadaran generasi muda tentang keamanan digital. Ke depannya, buku saku ini juga akan disebarluaskan dalam versi digital (e-book) agar dapat diakses oleh siswa, guru, dan orang tua secara lebih luas. (*)