Beritasulsel.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Jefrianto Asapa, mewakili Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, membuka Pelatihan Berbasis Kompetensi Tailor Made Training (TMT) Batch 4 Tahun 2026 di Auditorium Andi Azikin, Selasa (27/10/2026).

Pelatihan ini diselenggarakan Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai bekerja sama dengan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar serta Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sinjai untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dan memperluas kesempatan kerja.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja Sinjai, H. Muh. Ramlan Hamid, dalam laporannya menyampaikan bahwa program TMT di Kabupaten Sinjai menjangkau sekitar 400 peserta berdasarkan alokasi paket pelatihan yang disiapkan.

Pelatihan tersebut meliputi pembuatan roti dan kue sebanyak 11 paket, merias wajah tujuh paket, menjahit pakaian empat paket, serta masing-masing satu paket untuk pengolahan ikan, pengolahan makanan komersial, dan barbershop.

Ramlan berharap program ini dapat meningkatkan kompetensi peserta, mendorong tumbuhnya usaha baru, serta membuka peluang kerja melalui pengembangan keterampilan yang sesuai dengan potensi daerah.

Perwakilan BBPVP Makassar, Yohanes Wea mengapresiasi dukungan Himpunan Lembaga Latihan Seluruh Indonesia (HILLSI) dalam menjembatani koordinasi pelaksanaan program di Kabupaten Sinjai. Ia berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan produktivitas masyarakat.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Sekda Andi Jefrianto Asapa menegaskan bahwa pelatihan vokasi merupakan upaya strategis untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan berdaya saing.

Menurutnya, program TMT dirancang untuk menjawab kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Karena itu, keberhasilan pelatihan tidak cukup diukur dari jumlah peserta maupun sertifikat yang diterbitkan, tetapi juga dari kemampuan lulusan memasuki dunia kerja atau membangun usaha secara mandiri.

“Target akhirnya harus jelas, bekerja atau berwirausaha,” tegasnya.

Ia meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan serius serta memanfaatkan materi, praktik, dan pendampingan instruktur untuk meningkatkan keterampilan dan memperluas peluang ekonomi.

Andi Jefrianto menyebut Kabupaten Sinjai memiliki potensi ekonomi yang besar, didukung 45.199 unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta komoditas unggulan seperti kakao, rumput laut, dan kopi. Potensi sektor pariwisata, pertanian, perikanan, peternakan, dan ekonomi kreatif juga dinilai dapat dikembangkan untuk memperkuat perekonomian daerah.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu melahirkan wirausahawan baru yang dapat mengolah potensi lokal menjadi produk bernilai tambah, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung visi pembangunan Kabupaten Sinjai, yakni “Masyarakat Sinjai yang Maju, Sejahtera, Mandiri, dan Berkeadilan”.

Sekda juga meminta Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja memastikan program tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan, kemitraan bersama dunia usaha dan industri, serta fasilitasi akses permodalan bagi peserta yang ingin merintis usaha.

Ia secara khusus meminta agar pihak perbankan, termasuk Bank Sulselbar dan Bank Syariah Indonesia (BSI), dilibatkan dalam kegiatan pelatihan berikutnya untuk membuka akses pembiayaan bagi calon wirausaha.

Menurutnya, dukungan permodalan diperlukan agar usaha peserta dapat berkembang dan menyerap tenaga kerja, sehingga manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga masyarakat di sekitarnya.

Melalui pelatihan TMT Batch 4 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sinjai berharap kolaborasi dengan lembaga pelatihan dan dunia usaha semakin kuat dalam menciptakan tenaga kerja terampil, memperluas kesempatan kerja, serta mendorong pertumbuhan usaha produktif di Kabupaten Sinjai. (A. Irwan Kadir)