Beritasulsel.com — Pekerjaan saluran irigasi di Lanrae, Dusun Mario-Rio, Desa Nepo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan warga. Pasalnya, saluran di lokasi tersebut disebut pernah dikerjakan pada tahun anggaran sebelumnya, tetapi kini kembali mendapat pekerjaan.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai dasar pelaksanaan kegiatan lanjutan, kualitas pekerjaan sebelumnya, serta transparansi penggunaan anggaran.
Berdasarkan pemantauan wartawan di lokasi pada Senin (12/10/2026), tidak terlihat papan informasi proyek yang memuat keterangan mengenai nama kegiatan, nilai anggaran, sumber pendanaan, pelaksana, dan jangka waktu pekerjaan.
Ketiadaan informasi tersebut menyulitkan masyarakat untuk mengetahui secara terbuka identitas kegiatan yang sedang berlangsung dan anggaran yang digunakan.
Sorotan warga semakin menguat karena sejumlah bagian saluran irigasi disebut belum selesai dikerjakan. Sementara itu, bagian lainnya terlihat mengalami kerusakan yang penyebabnya belum diketahui secara pasti.
Seorang pekerja yang ditemui di lokasi dan meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengaku baru mulai bekerja di tempat tersebut bersama sejumlah pekerja lainnya.
“Kami baru mau bekerja di sini, Pak, atas permintaan Pak E,” ungkap pekerja tersebut, merujuk pada seseorang berinisial E yang disebutnya sebagai pihak yang meminta mereka bekerja.
Pekerja yang berasal dari wilayah Palakka itu juga menyampaikan keraguannya terhadap kondisi pekerjaan sebelumnya. Ia menyebut masih terdapat bagian saluran yang belum diselesaikan, sedangkan beberapa bagian lantainya telah mengalami kerusakan.
Pemantauan wartawan di lokasi turut menemukan bentangan saluran yang lantainya belum dikerjakan. Selain itu, terlihat bagian lantai saluran yang diduga mengalami kerusakan.
Kembali dikerjakannya saluran irigasi di lokasi yang sama menimbulkan pertanyaan dari warga mengenai riwayat pembangunan dan perencanaan kegiatan tersebut.
Apakah pekerjaan saat ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya, perbaikan atas kerusakan, atau proyek baru dengan sumber anggaran berbeda?
Dokumen kontrak, rencana anggaran biaya (RAB), volume pekerjaan, berita acara serah terima, serta hasil pemeriksaan pekerjaan terdahulu perlu ditelusuri untuk mengetahui kesesuaian antara perencanaan dan kondisi fisik di lapangan.
Ketiadaan papan informasi proyek di lokasi juga menjadi persoalan yang perlu diklarifikasi. Masyarakat berhak memperoleh informasi mengenai kegiatan pembangunan yang menggunakan anggaran publik sesuai ketentuan yang berlaku.
Karena itu, instansi terkait perlu menjelaskan identitas kegiatan, sumber dana, nilai anggaran, pelaksana, serta jangka waktu pekerjaan. Kejelasan informasi tersebut dapat membantu masyarakat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan.
Selain transparansi administrasi, pengawasan mutu pekerjaan juga penting untuk memastikan saluran irigasi dapat berfungsi sesuai peruntukannya dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Masyarakat berharap pekerjaan saluran irigasi Lanrae tidak sekadar kembali dilaksanakan, tetapi juga diselesaikan sesuai spesifikasi teknis, transparan dalam penggunaan anggaran, dan memberikan manfaat nyata bagi warga. (*)


